Jumat, 22 Juni 2012

TIPS Pesta Pernikahan

Agar Pesta Pernikahan dapat berjalan dengan lancar dan sukses, ada beberapa hal yang perlu dilakukan seperti bertanya pada teman atau saudara yang baru saja mempunyai hajat yang sama, kita cermati apa yang telah mereka lakukan, vendor siapa yang dipilih. Kita ambil kelebihan-kelebihannya dan kita sempurnakan kekurangan-kekurangannya. Berikut ini ada beberapa tips yang layak untuk dipertimbangkan:
• Tips Memilih Panitia Pernikahan
Mempersiapkan pernikahan memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Untuk itu, perlu dibentuk penitia pernikahan seperti berikut:
  1. Buatlah susunan panitia pernikahan yang terdiri dari among tamu, penerima tamu, pagar ayu, pagar bagus, pengiring pengantin, penjaga katering, penjaga busana, penjaga uang amplop dan lain sebagainya.
  2. Sebaiknya dalam membentuk panitia pernikahan, libatkan saudara dam kerabat terdekat agar suasana keakraban dari keluarga kedua belah pihak kian terbina.
  3. Susun panitia pernikahan minimal 3 bulan sebelum hari pernikahan.
  4. Pilihlah orang-orang yang bisa mempertanggungjawabkan tugasnya masing-masing. Kita yang memilih , bukan orang lain, jadi semacam penunjukan menjadi panitia. Nanti ketika rapat panitia, kita tinggal mengumumkan tugas mereka apa saja. Kalo dalam rapat masih menentukan siapa menjadi apa, nanti rapat akan berlarut-larut.
  5. Sebaiknya jangan memilih panitia yang masih punya anak bayi, kecuali jika bayinya ada yang menjaga. Selain karena kasihan pada bayinya, yang bersangkutan juga tidak bisa bertugas maksimal.
• Tips Merancang Tema Pernikahan
Siapa yang tidak ingin pernikahannya berkesan hingga bisa dikenang sepanjang hayat? Tak ada salahnya jika Anda membuat pesta pernikahan dengan merancang tema.
  1. Diskusikan dengan calon suami Anda serta keluarga kedua belah pihak, tema apa yang akan diusung. Misalnya tema seribu satu malam, tema pesta kebun (garden party), atau tema kembali ke alam (back to nature). Ekspresikan diri Anda dan calon suami dalam mewujudkan pesta pernikahan yang berkesan.
  2. Sesuaikan tema pernikahan dengan dana yang tersedia, jangan sampai biaya membengkak hanya karena obsesi sebuah pesta pernikahan yang unik.
  3. Jika tak ingin repot dalam merancang konsep tema pernikahan, pemilihan tema sebaiknya didiskusikan dengan pihak wedding organizer agar ada keselarasan dengan tema yang Anda inginkan.
  4. Jika sedang musim hujan, jangan ambil resiko untuk mengadakan pesta kebun.
  5. Untuk menunjang tema pesta, gaun pengantin juga perlu disesuaikan dengan tema pesta pernikahan agar pengantin tidak salah kostum.
• Tips Memilih Menu Catering
Menu pernikahan menjadi sajian yang istimewa sehingga perlu diperhatikan secara matang dan juga penanganan khusus.
  1. Pilihlah menu dengan menggunakan bahan makanan yang segar.
  2. Pilihlah menu dengan cita rasa masakan Indonesia (sesuai dengan cita rasa para undangan), tak ada salahnya jika ingin ditambah makanan internasional sebagai pelengkap (komplementer).
  3. Sajikan menu utama di bufe, sedangkan makanan lainnya ditempatkan di gubuk-gubuk. Namun tetap utamakan cita rasanya.
  4. Sebaiknya perhitungkan waktu memasak dan saat menyajikan. Jangan lupa minta panitia dan bagian dapur untuk mencicipi hidangan sebelum dihidangkan, jangan sampai menanggung malu gara-gara menyajikan makanan basi.
  5. Jangan lupa sajikan buah-buahan dan dessert atau hidangan penutup sebagai penyeimbang makanan utama yang sudah berat.
• Tips Memilih Seragam
Agar pernikahan tampak menawan dan serasi, sebaiknya panitia dan pagar ayu mengenakan pakaian seragam. Jadi, simak tip berikut:
  1. Pilihlah seragam untuk pagar ayu dan pagar bagus yang serasi dengan warna baju pengantin.
  2. Untuk seragam panitia dan pagar ayu, jangan gunakan warna yang lebih terang dari baju pengantin.
  3. Sebaiknya warna seragam panitia lebih tua dibandingkan seragam pagar ayu dan pagar bagus. Kesannya, agar seragam pagar ayu tampak lebih menonjol.
  4. Hitung dengan baik berapa jumlah penitia pernikahan Anda hingga seragam tidak berlebihan atau tidak kekurangan.
  5. Pilihlah bahan yang nyaman dan mewah untuk seragam panitia agar terlihat lebih anggun dan menawan.

    Sumber : berbagai sumber

Step by Step WEDDING PLANNING

Persiapan Pengantin 3 Bulan Menjelang Hari ‘H’
Untuk mendapatkan rangkaian manis hari pernikahan, cobalah untuk membuat checklist yang memuat acara dan rencana, termasuk didalamnya langkah-langkah utama yang harus di ambil. Pasangan yang akan menikah harus sudah menyiapkan segala sesuatunya paling tidak 3 bulan sebelum hari pernikahan.
3 Bulan Sebelum hari H :
  1. Putuskan segera tipe dan besarnya acara pernikahanAnda, estimasikan biaya yang akan di keluarkan, serta buatlah resolusinya agar tidak melebihi budget yang telah di anggarkan,
  2. Adakan rapat keluarga yang mengikutkan kedua belah pihak untuk menetapkan tanggal dan waktu yang pasti tentang pernikahan Anda. Jika tidak diperlukan tidak perlu membentuk kepanitiaan.
  3. Putuskan dimana tempat upacara dan resepsi pernikahan akan di laksanakan dan lakukan cek biaya yang diperlukan dan catat dalam wedding planner Anda. Setelah gedung ditentukan, segera booking Gedung tersebut.
  4. Datangi berbagai florist atau jasa dekorasi dikota Anda dan segera buat reservasi agar Anda tidak khawatir tentang pesanan bunga.
  5. Buatlah perjanjian dengan fotografer dan vidiografer yang akan mendokumentasikan pernikahan Anda.
  6. Buatlah daftar tamu yang akan diundang.
  7. Pilihlah kartu undangan yang Anda inginkan.
  8. Mulailah belanja pernak-pernik kebutuhan pernikahan.
  9. Bila Anda ingin upacara dan resepsi pernikahan dilaksanakan di rumah ibadah bicarakan dengan pengurus yang bersangkutan, terutama hal yang boleh atau tidak boleh di lakukan.
  10. Mulailah membersihkan rumah dan mengecat ulang dinding-dindingnya jika ada resepsi di rumah Anda.
2 Bulan Sebelum hari H :
  1. Lengkapi daftar belanja Anda. Cek supaya tidak ada yang terlewatkan.
  2. Bila Anda memerlukan pagar ayu dan pagar bagus, ingatkan mereka untuk fitting gaun atau baju mereka.
  3. Buat perjanjian dengan dokter untuk pra married medical check-up. Jika ada budget lebih, lakukan perawatan pra nikah di salon langganan anda, sekarang sudah banyak salon baik yang konvensional maupun yang salon muslimah yang menyediakan jasa perawatan pra nikah.
  4. Buat rencana detil dengan pihak catering, restoran atau hotel tentang menu makanan, susunan tempat duduk, tata letak parkiran, pengamanan seperti polisi, ijin keramaian jika diperlukan dan sebagainya.
  5. Buat perjanjian dengan hair dresser, beautician, atau make-up artist untuk mendandani Anda di hari H. Sekarang sudah banyak sanggar rias pengantin atau salon muslimah yang menyediakan jasa ALL IN.
  6. Sebelum memutuskan memakai jasa dekorasi siapa, dokumentasi siapa, sanggar rias atau salon yang mana, ada baiknya melakukan komparasi dari berbagai vendor, bisa juga dengan bertanya kepada rekan-rekan yang sudah dahulu menikah sehingga bisa mendapatkan masukan yang objektif.
1 Bulan Sebelum haru H :
  1. Pastikan sekali lagi daftar undangan Anda. Mulailah mengirimkan undangan agar semua kartu bisa sampai jauh hari sebelum hari pernikahan Anda.
  2. Pergilah ke toko perhiasan, pilihlah cincin yang Anda berdua sukai.
  3. Mulailah menyiapkan apa yang hendak Anda bawa saat bulan madu.
  4. Pastikan sekali lagi dengan para professional yang Anda sewa.
  5. Catatlah dalam agenda Anda untuk mengecek aksesoris dan gaun pengantin/kebaya, sebelum menerima segalanya itu dari bridal house/sanggar rias atau salon.
  6. Jika diperlukan, buatlah gladiresik pernikahan Anda. Catatlah waktu yang di perlukan untuk setiap mata acara, agar terhindar dari hal-hal yang kurang penting.

    Sumber : berbagai sumber

Pernikahan Adat Jawa Tengah

Masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya akrab dengan budaya leluhur, bila akan melaksanakan sebuah hajatan, biasanya tak akan lupa menyediakan sesajen di berbagai tempat tertentu, khususnya di sekitar rumah.
Prosesi Upacara Pernikahan Adat Jawa Tengah adalah sebagai berikut:
Bersih Lahir Batin
Sebelum kedua mempelai terikat perkawinan, Sebelum pesta perkawinan tradisonal ini dilangsungkan, keduanya harus dibersihkan terlebih dahulu baik lahir maupun batin. Tujuannya agar kedua calon mempelai benar-benar bersih dari segala hal dan siap menyongsong status sebagai suami istri dalam keadaan bersih.

Midodareni
Midodareni adalah acara perkenalan dan silaturahmi antar keluarga. Dari pihak pria dilakukan oleh sesepuh dan keluarga dekat pengantin pria. Selain itu wakil orang tua pengantin pria juga dibekali dengan bingkisan balasan sebagai tanda kasih sayang dari keluarga pengantin wanita.
Prosesi midodareni ini adalah awal dari rangkaian pesta pernikahan tradisonal yang biasa dilakaukan di Jawa.

Upacara Injak Telur
Selanjutnya, Upacara dan Pesta Pernikahan Tradisional ini dilanjutkan dengan Upacara Injak Telur. Acara ini mengandung harapan bagi pengantin wanita untuk segera mempunyai keturunan, karena injak telur ini identik dengan pecah wiji dadi. Telur ini juga mempunyai makna sebagai keturunan yang akan lahir sebagai cinta kasih berdua. Kemudian dilanjutkan mencuci kaki pengantin pria yang dilakukan oleh pengantin wanita yang melambangkan kesetiaan istri pada suaminya.

Sikepan Sindur
Setelah acara injak telur selesai dilanjutkan dengan sikepan sindur yang dilakukan oleh ibu pengantin wanita. Sindur ini akan dibentangan pada kedua bahu mempelai. Adapun makna upacara ini mengandung harapan bahwa dengan sinfur tersebut kelak keduanya akan semakin erat karena dipersatukan dengan ibunda.
Sedangkan tugas ayah sebagai kepala rumah tangga berjalan di muka sebagai pemandu anak mengikuti langkah terbaik dalam hidup yang akan dijalani. Sang ayah bertugas sebagai penunjuk jalan kehidupan di masa depan dan hal ini perlu dijadikan contoh bagi pasangan baru.

Acara Pangkuan
Acara pangkuan disebut juga dengan istilah timbang bobot. Pada acara ini pengantin pria duduk di paha sebelah kanan dan pengantin wanita duduk di paha sebelah kiri sang ayah pengantin wanita, yang kemudian ditanya oleh sang ibu mana yang lebih berat dan dijawab sama berat.
Pada saat ini sang ayah seakan-akan sedang menimbang keduanya yaitu antara anak kandung dan menantu. Maknanya adalah bila kedua mempelai sudah mempunyai keturunan akan memiliki kasih sayang kepada putra-putrinya sebagaimana layaknya sang ayah memiliki kasih sayang yang sama antara anak kandung dan anak menantu.

Kacar-Kucur
Tahap upacara panggih adalah kacar-kucur. Acara ini melambangkan kesejahteraan dan tugas mencari nafkah dalam kehidupan berumah tangga yang dilakukan dalam bentuk biji-bijian, beras kuning, uang recehan yang semuanya diberikan kepada ibu. Begitu berat tugas suami dalam mencari nafkah, begitu juga istri dalam mengelolanya. Meski begitu mereka tetap ingat kepada orang tua mengingat perannya yang sangat besar dalam kehidupan seseorang.

Dahar Klimah | Dulang-dulangan
Acara selanjutnya adalah dahar klimah atau dulang-dulangan. Acara ini cukup menarik dan seru karena kedua mempelai saling menyuapi yang dilakukan sebanyak tiga kali dan dilanjutkan dengan minum air putih.
Proses ini sebenarnya mengandung harapan agar kedua mempelai senantiasa rukun, saling tolong menolong serta sepenanggungan dalam menempuh hidup baru. Selain itu juga mengandung makna sebagai ungkapan saling mencintai dan saling memperhatikan pada pasangan.

Titik Pitik
Setelah dahar klimah, upacara titik pitik pun dilaksanakan. Yaitu saat besan datang untuk menyaksikan upacara sakral tersebut. Dengan hadirnya besan berarti keluarga semakin berambah besar dan menjadi satu kesatuan yang kuat sebagai keluarga.

Ngabekten | Sungkeman
Ngabekten biasa disebut dengan istilah sungkeman atau menyembah. Sungkeman pertama ditujukan kepada orang tua yang diteruskan kepada para sesepuh lainnya seperti nenek, kakek dan sebagainya.
Sungkeman ini dilakukan dengan penuh takzim dan membuat suasana haru, karena pasangan muda ini sangat awam dalam menghadapi persoalan kehidupan rumah tangga. Padahal sejak itu mereka harus melangkah sendiri dan akan menjadi orang tua bagi anak-anaknya kelak. Oleh sebab itulah bekal berupa doa restu merupakan hal yang sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh pasangan pengantin.
Prosesi prosesi tersebut diatas biasanya ada yang dilakukan secara utuh artinya semua kegiatan upacara pernikahan adat tersebut dilaksanakan semua, ada pula yang melaksanakan hanya beberapa bagian dari prosesi tersebut diatas.
Semua prosesi tadi biasanya dilakukan sebelum pesta perkawinan atau bersamaan dengan pesta pernikahan yang biasanya menggunakan pesta pernikahan tradisional juga.

Sumber : berbagai sumber terkait

Pernikahan adat Surakarta

 Pernikahan adat Jawa - Surakarta memiliki tata cara yang khas. Dalam keluarga tradisional, upacara pernikahan dilakukan menurut tradisi turun-temurun yang terdiri dari banyak sub-upacara.

Lamaran

Keluarga calon mempelai pria mendatangi (atau mengirim utusan ke) keluarga calon mempelai perempuan untuk melamar putri keluarga tersebut menjadi istri putra mereka. Pada acara ini, kedua keluarga jika belum saling mengenal dapat lebih jauh mengenal satu sama lain, dan berbincang-bincang mengenai hal-hal yang ringan. Biasanya keluarga dari calon mempelai perempuan yang mempunyai hak menentukan lebih banyak, karena merekalah yang biasanya menentukan jenis pernikahannya:
  • Paes Agung yaitu pernikahan agung
  • Paes Kesatriyan yaitu pernikahan jenis ksatria yang lebih sederhana
Jika lamaran diterima, maka kedua belah pihak akan mulai mengurus segala persiapan pernikahan.

Persiapan Pernikahan

Setelah lamaran diterima, maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah mempersiapkan pesta pernikahan. Pesta pernikahan Jawa adat Surakarta yang lengkap memerlukan banyak hal, dan pesta tersebut tidak dapat terlaksana tanpa bantuan seorang profesional. Orang yang bertanggung jawab mengatur segala persiapan pernikahan adat Jawa tersebut disebut Pemaes yang mewakili mempelai perempuan. Pemaes atau juru rias ini antara lain bertanggung jawab mengatur pakaian dan rias muka yang akan dikenakan oleh kedua pengantin. Selain itu panitia yang terdiri dari sang Pemaes dan kerabat-kerabat dekat pengantin juga mengatur berbagai hal seputar pesta yang akan dilangsungkan:
  • makanan dan minuman yang akan disajikan
  • tari-tarian dan musik (biasanya musik gamelan)yang akan mengiringi pesta
  • pembawa acara (emcee) yang akan diundang
  • acara Siraman
  • acara Ijab dan saksi-saksinya
  • kata sambutan
  • keamanan, transportasi, komunikasi, dokumentasi
  • sewa gedung (akomodasi), perlengkapan pesta, dan lain sebagainya
  • dekorasi tempat pernikahan
Hal terpenting yang harus mereka persiapkan adalah acara Ijab (upacara pernikahan sipil), yang melegitimasi kedua pasangan sebagai suami dan istri yang sah.

Hiasan Pernikahan

Sehari sebelum pernikahan, biasanya gerbang rumah pengantin perempuan akan dihiasi janur kuning yang terdiri dari berbagai macam tumbuhan dan daun-daunan:
  • 2 pohon pisang dengan setandan pisang masak pada masing-masing pohon, melambangkan suami yang akan menjadi kepala rumah tangga yang baik dan pasangan yang akan hidup baik dan bahagia dimanapun mereka berada (seperti pohon pisang yang mudah tumbuh dimanapun).
  • Tebu Wulung atau tebu merah, yang berarti keluarga yang mengutamakan pikiran sehat.
  • Cengkir Gading atau buah kelapa muda, yang berarti pasangan suami istri akan saling mencintai dan saling menjagai dan merawat satu sama lain.
  • Berbagai macam daun seperti daun beringin, daun mojo-koro, daun alang-alang, dadap serep, sebagai simbol kedua pengantin akan hidup aman dan keluarga mereka terlindung dari mara bahaya.
Selain itu di atas gerbang rumah juga dipasang bekletepe yaitu hiasan dari daun kelapa untuk mengusir roh-roh jahat dan sebagai tanda bahwa ada acara pernikahan sedang berlangsung di tempat tersebut.
Sebelum Tarub dan janur kuning tersebut dipasang, sesajen atau persembahan sesajian biasanya dipersiapkan terlebih dahulu. Sesajian tersebut antara lain terdiri dari: pisang, kelapa, beras, daging sapi, tempe, buah-buahan, roti, bunga, bermacam-macam minuman termasuk jamu, lampu, dan lainnya.
Arti simbolis dari sesajian ini adalah agar diberkati leluhur dan dilindungi dari roh-roh jahat. Sesajian ini diletakkan di tempat-tempat dimana upacara pernikahan akan dilangsungkan, seperti kamar mandi, dapur, pintu gerbang, di bawah Tarub, di jalanan di dekat rumah, dan sebagainya.
Dekorasi lain yang dipersiapkan adalah Kembar Mayang yang akan digunakan dalam upacara panggih

Upacara Siraman

Acara yang dilakukan pada siang hari sebelum Ijab atau upacara pernikahan ini bertujuan untuk membersihkan jiwa dan raga. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau taman keluarga masing-masing dan dilakukan oleh orang tua atau wakil mereka.
Ada tujuh Pitulungan atau penolong (Pitu artinya tujuh)- biasanya tujuh orang yang dianggap baik atau penting - yang membantu acara ini. Airnya merupakan campuran dari kembang setaman yang disebut Banyu Perwitosari yang jika memungkinkan diambil dari tujuh mata air dan melambangkan kehidupan. Keluarga pengantin perempuan akan mengirim utusan dengan membawa Banyu Perwitosari ke kediaman keluarga pengantin pria dan menuangkannya di dalam rumah pengantin pria.
Acara siraman diawali oleh orang tua dan ditutup oleh Pemaes yang kemudian dilanjutkan dengan memecahkan kendi.
Banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum acara dimulai:
  • Tempat air dari perunggu atau tembaga yang berisi air dari tujuh mata air.
  • Kembang setaman yaitu bunga-bunga seperti mawar, melati, cempaka, kenanga, yang ditaruh di air.
  • Aroma lima warna yang digunakan sebagai sabun.
  • Sabun cuci rambut tradisional dari abu dari merang, santan, dan air asam Jawa.
  • Gayung yang berasal dari kulit kelapa sebagai ciduk air.
  • Kursi yang dilapisi tikar, kain putih, dedaunan, kain lurik untuk tempat duduk pengantin selama prosesi berlangsung.
  • Kain putih untuk dipakai selama upacara siraman.
  • Baju batik untuk dipakai setelah uparaca siraman.
  • Kendi.
  • Sesajian
Sesajian merupakan hal yang dianggap penting dalam upacara Jawa. Sesajian untuk siraman terdiri dari berbagai macam sajian:
  • Tumpeng Robyong, nasi kuning dengan hiasan-hiasan.
  • Tumpeng Gundhul, nasi kuning tanpa hiasan.
  • Makanan seperti ayam, tahu, telur.
  • Buah-buahan seperti pisang dan lain-lain.
  • Kelapan muda.
  • Tujuh macam bubur.
  • Jajanan seperti kue manis, lemper, cendol.
  • Seekor ayam jago
  • Lampu lentera
  • Kembang Telon - tiga macam bunga (kenanga, melati, cempaka).
Urut-urutan acara siraman adalah sebagai berikut:
  • Pengantin pria / perempuan dengan rambut terurai keluar dari kamarnya diiringi oleh orang tuanya masing-masing.
  • Pengantin tersebut berjalan menuju tempat siraman.
  • Beberapa orang berjalan di belakang mereka membawa baju batik, handuk, dan sebagainya.
  • Pengantin tersebut duduk di kursi dan memanjatkan doa.
  • Sang ayah memandikan sang pengantin, disusul oleh sang ibu.
  • Sang pengantin duduk dengan kedua tangan diletakkan di depan dalam posisi berdoa.
  • Mereka menuangkan air ke atas tangannya dan sang pengantin berkumur tiga kali.
  • Lalu mereka menuangkan air ke atas kepalanya, muka, telinga, leher, tangan dan kaki masing masing tiga kali.
  • Setelah orang tua menyelesaikan prosesi siraman disusul oleh empat orang lain yang dianggap penting.
  • Orang terakhir yang memandikan sang pengantin adalah Pemaes atau orang lain yang dianggap spesial. Sang pengantin dimandikan dengan sabun dan shampo (secara simbolik).
  • Setelah itu acara pecah kendi yang dilakukan oleh ibu pengantin perempuan.
  • Sang pengantin akan mengenakan baju batik kemudian diiringi kembali ke kamar pengantin dan bersiap siap untuk acara Midodaren

Pecah Kendi

Kendi yang digunakan untuk siraman diambil. Ibu pengantin perempuan atau Pameas(untuk siraman pengantin pria) atau orang yang terakhir akan memecahkan kendi dan mengatakan: "Wis Pecah Pamore" - artinya sekarang sang pengantin siap untuk menikah.

Pangkas Rikma lan Tanam Rikma

Acara memotong sedikit rambut pengantin perempuan dan potongan rambut tersebut ditanam di rumah belakang.

Ngerik

Setelah acara Siraman, pengantin perempuan duduk di dalam kamarnya. Pemaes lalu mengeringkan rambutnya dan memberi pewangi di rambutnya. Rambutnya lalu disisir dan digelung atau dibentuk konde. Setelah Pameas mengeringkan wajah dan leher sang pengantin, lalu ia mulai mendandani wajah sang pengantin. Lalu sang pengantin akan dipakaikan baju kebaya dan kain batik. Sesajian untuk upacara Ngerik pada dasarnya sama untuk acara siraman. Biasanya supaya lebih mudah sesajian untuk siraman digunakan / dimasukkan ke kamar pengantin dan dipakai untuk sesajian upacara Ngerik.

Gendhongan

Kedua orang tua pengantin perempuan menggendong anak mereka yang melambangkan ngentaske artinya mengentaskan seorang anak

Dodol Dhawet

Kedua orang tua pengantin wanita berjualan minuman dawet yaitu minuman manis khas Solo, tujuannya agar banyak tamu yang datang.

Temu Panggih

Penyerahan pisang sanggan berupa gedung ayu suruh ayu sebagai tebusan atau syarat untuk pengantin perempuan.

Penyerahan Cikal

Sebagai tanda agar kehidupan mendatang menjadi orang berguna dan tak kurang suatu apapun.

Penyerahan Jago Kisoh

Sebagai tanda melepaskan anak dengan penuh ikhlas.

Tukar Manuk Cengkir Gading

Acara tukar menukar kembang mayang diawali tukar menukar manuk cengkir gading, sebagai simbol agar kedua pengantin menjadi pasangan yang berguna bagi keluarga dan masyarakat

Upacara Midodaren

Acara ini dilakukan pada malam hari sesudah siraman. Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik dewi Widodari. Pengantin perempuan akan tinggal di kamarnya mulai dari jam enam sore sampai tengah malam dan ditemani oleh kerabat-kerabatnya yang perempuan. Mereka akan bercakap-cakap dan memberikan nasihat kepada pengantin perempuan.
Orang tua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya, karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab suaminya.

Peningsetan

Peningsetan yang berasal dari kata 'singset' atau langsing, memiliki arti untuk mempersatukan; Kedua keluarga mempelai setuju untuk kedua anak mereka disatukan dalam tali pernikahan. Keluarga pengantin pria datang berkunjung ke kediaman keluarga pengantin perempuan membawa berbagai macam hadiah:
  • Satu set Suruh Ayu (semacam daun yang wangi), mendoakan keselamatan.
  • Pakaian batik dengan motif yang berbeda-beda, mendoakan kebahagiaan.
  • Kain kebaya, mendoakan kebahagiaan.
  • Ikat pinggang kain (setagen) bewarna putih, melambangkan kemauan yang kuat dari mempelai perempuan
  • Buah-buahan, mendoakan kesehatan.
  • Beras, gula, garam, minyak, dll, melambangkan kebutuhan hidup sehari-hari.
  • Sepasang cincin untuk kedua mempelai.
  • Sejumlah uang untuk digunakan di acara pernikahan.
Acara ini disebut juga acara serah-serahan - bisa diartikan sang calon mempelai perempuan 'diserahkan' kepada keluarga calon mempelai pria sebagai menantu mereka atau calon mempelai pria nyantri di kediaman keluarga calon mempelai perempuan.
Pada masa kini, demi alasan kepraktisan, kedua belah pihak kadang-kadang dapat berbicara langsung tanpa upacara apapun. Selain menghemat waktu dan uang, juga langsung pada pokok persoalan.
Sesajian untuk upacara midodaren:
  • Nasi dimasak dengan santan.
  • Ayam inkung yang telah dimasak
  • Bumbu sayuran
  • Kembang telon
  • Teh dan kopi pahit
  • Minuman kelapa muda dengan gula kelapa
  • Lampu lentera yang dinyalakan
  • Pisang Raja
  • Kembang setaman
  • Lemper, kue
  • Rokok dan kretek
Barang-barang yang ditaruh di kamar pengantin:
  • Satu set Kembar Mayang.
  • Dua kendi yang diisi bumbu, jamu, beras, kacang, dll, dan ditutupi kain batik.
  • Dua kendi yang berisi air kembang setaman ditutupi daun dadap serep.
  • Ukub yaitu sebuah nampan berisi wangi-wangian daun dan bunga yang diletakkan di bawah tempat tidur.
  • Suruh Ayu
  • Kacang
  • Tujuh macam kain tradisional.
Makanan sesajian dapat dikeluarkan dari kamar setelah tengah malam. Sanak keluarga dan para tamu dapat memakannya. Pada zaman dahulu, acara temu keluarga antara kedua keluarga pengantin dilakukan setelah tengah malam, namun sekarang ini, dengan alasan kepraktisan, kedua keluarga dapat bertemu seperti yang disebutkan di atas.

Nyantri

Selama acara midodaren berlangsung, calon mempelai pria tidak boleh masuk menemui keluarga calon mempelai perempuan. Selama keluarganya berada di dalam rumah, ia hanya boleh duduk di depan rumah ditemani oleh beberapa teman atau anggota keluarga. Dalam kurun waktu itu, ia hanya boleh diberi segelas air, dan tidak diperbolehkan merokok. Sang calon mempelai pria baru boleh makan setelah tengah malam. Hal itu merupakan pelajaran bahwa ia harus dapat menahan lapar dan godaan. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah tersebut, kedua orang tuanya akan menitipkan anak mereka kepada keluarga calon mempelai perempuan, dan malam itu sang calon mempelai pria tidak akan pulang ke rumah. Setelah mereka keluar dari rumah dan pulan, calon mempelai pria diijinkan masuk ke rumah namun tidak diijinkan masuk ke kamar pengantin. Calon mertuanya akan mengatur tempat tinggalnya malam itu. Ini disebut dengan Nyantri. Nyantri dilakukan untuk alasan keamanan dan praktis, mengingat bahwa besok paginya calon pengantin akan didandani dan dipersiapkan untuk acara Ijab dan acara-acara lainnya.

Upacara Ijab

Ijab atau ijab kabul adalah pengesahan pernihakan sesuai agama pasangan pengantin. Secara tradisi dalam upacara ini keluarga pengantin perempuan menyerahkan / menikahkan anaknya kepada pengantin pria, dan keluarga pengantin pria menerima pengantin wanita dan disertai dengan penyerahan emas kawin bagi pengantin perempuan. Upacara ini disaksikan oleh pejabat pemerintah atau petugas catatan sipil yang akan mencatat pernikahan mereka di catatan pemerintah.

Pawai (untuk anggota kerajaan)

Untuk pernikahan anggota kerajaan Surakarta, setelah upacara panggih diakhiri dengan pawai yang meriah agar seluruh warga kota Solo dapat melihat anggota kerajaan yang baru menikah. Pada acara ini seluruh anggota keraton termasuk tentara keraton berpakaian serba tradisional.
Jika yang menikah adalah seorang pangeran, maka sang pangeran mengendarai kuda di bagian paling belakang pawai, di belakang kereta kerajaan yang berisi sang istri pangeran.
Prosesi pawai mengelilingi halaman keraton selama satu kali kemudian iring-iringan akan memasuki halaman keraton.
Upacara panggih/temu (mengawali acara resepsi) Pada upacara ini kembar mayang akan dibawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah yang tujuannya untuk mengusir roh jahat. Kembar mayang adalah karangan bunga yang terdiri dari daun-daun pohon kelapa yang ditancapkan ke sebatang tanggul kelapa. Dekorasi ini memiliki makna yang luas:
  • Berbentuk seperti gunung, tinggi dan luas, melambangkan seorang laki-laki harus berpengetahuan luas, berpengalaman, dan sabar.
  • Hiasan menyerupai keris, pasangan harus berhati-hati di dalam hidup mereka.
  • Hiasan menyerupai cemeti, pasangan harus selalu berpikir positif dengan harapan untuk hidup bahagia.
  • Hiasan menyerupai payung, pasangan harus melindungi keluarga mereka.
  • Hiasan menyerupai belalang, pasangan harus tangkas, berpikir cepat dan mengambil keputusan untuk keselamatan keluarga mereka.
  • Hiasan menyerupai burung, pasangan harus memiliki tujuan hidup yang tinggi.
  • Daun beringin, pasangan harus selalu melindungi keluarga mereka dan orang lain.
  • Daun kruton, melindungi pasangan pengantin dari roh-roh jahat.
  • Daun dadap serep, daun ini dapat menjadi obat turun panas, menandakan pasangan harus selalu berpikiran jernih dan tenang dalam menghadapi segala permasalahan (menenangkan perasaan dan mendinginkan kepala).
  • Bunga Patra Manggala, digunakan untuk mempercantik hiasan kembar mayang.
Sebagai hiasan, sepasang kembar mayang diletakkan di samping kanan dan kiri tempat duduk pengantin selama resepsi pernikahan. Kembar mayang hanya digunakan jika pasangan pengantin belum pernah menikah sebelumnya.
Setelah itu pengantin laki-laki (dengan ditemani kerabat dekatnya (orang tuanya tidak boleh menemaninya dalam acara ini) tiba di depan gerbang rumah pengantin perempuan dan pengantin perempuan keluar dari kamar pengantin dengan diapit oleh dua orang tetua perempuan dan diikuti dengan orang tua dan keluarganya. Di depannya dua anak perempuan (yang disebut Patah) berjalan dan dua remaja laki-laki berjalan membawa kembar mayang dan kemudian melanjutkan upacara dengan melakukan beberapa ritual:
Balangan Suruh Pada saat jarak mereka sekitar tiga meter, mereka saling melempar tujuh bungusan yang berisi daun sirih, jeruk, yang ditali dengan benang putih. Mereka melempar dengan penuh semangat dan tertawa. Dengan melempar daun sirih satu sama lain, menandakan bahwa mereka adalah manusia, bukan makhluk jadi-jadian yang menyamar jadi pengantin. Selain itu ritual ini juga melambangkan cinta kasih dan kesetiaan.
Wiji Dadi Mempelai laki-laki menginjak telur ayam hingga pecah dengan kaki kanan, kemudian pengantin perempuan akan membasuh kaki sang suami dengan air bunga. Proses ini melambangkan seorang suami dan ayah yang bertanggung jawab terhadap keluarganya dan istri yang taat melayani suaminya
Pupuk Ibu pengantin perempuan yang mengusap pengantin laki-laki sebagai tanda ikhlas menerimanya sebagai bagian dari keluarga.
Sindur Binayang Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan, ibu pengantin perempuan menyampirkan kain sindur sebagai tanda bahwa sang ayah menunjukkan jalan menuju kebahagiaan dan sang ibu memberikan dukungan moral.
Timbang / Pangkon Di dalam ritual ini pasangan pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin perempuan, dan sang ayah akan berkata bahwa berat mereka sama, berarti bahwa cinta mereka sama-sama kuat dan juga sebagai tanda kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya.
Tanem Di dalam ritual ini ayah pengantin perempuan mendudukkan pasangan pengantin di kursi pengantin sebagai tanda merestui pernikahan mereka dan memberikan berkat.
Tukar Kalpika Mula-mula, pengantin pria meninggalkan kamarnya dengan diapit oleh anggota laki-laki keluarga (saudara laki-laki dan paman-paman). Seorang anggota keluarga yang dihormati terpilih untuk berperan sebagai kepala rombongan.
Pada waktu yang sama, pengantin perempuan juga meninggalkan kamar sambil diapit oleh bibi-bibinya untuk menemui pengantin pria. Sekarang kedua pengantin duduk di meja dengan wakil-wakil dari masing-masing keluarga, dan kemudian saling menukarkan cincin sebagai tanda cinta.
Kacar-kucur / Tampa Kaya / Tandur Dengan bantuan Pemaes, pasangan pengantin berjalan dengan memegang jari kelingking pasangannya, ke tempat ritual kacar-kucur atau tampa kaya. Pengantin pria akan menuangkan kacang kedelai, kacang tanah, beras, jagung, beras ketan, bunga dan uang logam (jumlahnya harus genap) ke pangkuan perempuan sebagai simbol pemberian nafkah. Pengantin perempuan menerima hadiah ini dengan dibungkus kain putih yang ada di pangkuannya sebagai simbol istri yang baik dan peduli.
Dahar Kembul / Dahar Walimah Kedua pengantin saling menyuapi nasi satu sama lain yang melambangkan kedua mempelai akan hidup bersama dalam susah dan senang dan saling menikmati milik mereka bersama. Pemaes akan memberikan sebuah piring kepada pengantin perempuan (berisi nasi kuning, telur goreng, kedelai, tempe, abon, dan hati ayam). Pertama-tama, pengantin pria membuat tiga bulatan nasi dengan tangan kanannya dan menyuapkannya ke mulut pengantin perempuan. Setelah itu ganti pengantin perempuan yang menyuapi pengantin pria. Setelah makan, mereka lalu minum teh manis.
Rujak Degan Acara pembuka untuk anak pertama, memohon supaya segera memiliki anak. Rujak degan artinya agar dalam pernikahan selalu sehat sejahtera.
Bubak Kawah Acara perebutan alat-alat dapur untuk anak pertama. Artinya agar pernikahan keduanya sehat dan sejahtera.
Tumplak Punjen Acara awal untuk anak bungsu. Artinya segala kekayaan ditumpahkan karena menantu yang terakhir.
Mertui Orang tua pengantin perempuan menjemput orang tua pengantin laki-laki di depan rumah untuk berjalan bersama menuju tempat upacara. Kedua ibu berjalan di muka, kedua ayah di belakang. Orang tua pengantin pria duduk di sebelah kiri pasangan pengantin, dan sebaliknya.
Sungkeman Kedua pengantin bersujud memohon restu dari masing-masing orang tua. Pertama-tama ayah dan ibu pengantin perempuan, kemudian baru ayah dan ibu pengantin pria. Selama sungkeman, Pemaes mengambil keris dari pengantin pria, dan setelah sungkeman baru dikembalikan lagi.
Resepsi Setelah semua upacara selesai dilakukan, saatnya untuk resepsi pernikahan dan para tamu mulai makan dan minum makanan tradisional Solo dengan disertai tari tradisional Jawa dan musik gamelan. Acara foto-foto dan salam-salaman dengan kedua pengantin juga dilangsungkan.

Sumber : Wikipedia.org

TIPS MEMILIH DEKORASI ACARA RESEPSI PERNIKAHAN

Bagi pasangan pengantin mempersiapkan pernikahan merupakan pengalaman indah
dan menyenangkan. Banyak hal baru yang dapat diperoleh, terutama hal yang
sangat bermakna adalah semakin meneguhkan rasa saling percaya dan lebih bisa
memahami pribadi pasangan. Mempersiapkan dekorasi salah satunya.

Sangat dipahami dekorasi adalah unsur penting dalam membangun atmosfir
suasana sebuah pesta. Aura ruangan pesta pernikahan yang romantis dan elegan
merupakan pilihan favorit hampir setiap pasangan calon pengantin.

Untuk terwujudnya atmosfir ruang yang di impikan oleh calon pengantin
berikut beberapa tips yang dapat membantu dalam memilih dekorasi saat acara
resepsi pernikahan :

* Perhatikan apakah Anda menyelenggarakan pesta pernikahan di dalam
ruangan atau di luar ruangan.
* Pilih dekorasi yang menggunakan bunga segar dan bukan bunga imitasi.

* Perhatikan luas ruangan sebelum memilih dekorasi yang tepat. Jika
ruangan sempit sebaiknya tidak usah terlalu ambisius, sebaiknya gunakan
dekorasi minimalis. Sisakan ruang kosong yang cukup untuk tamu undangan
bergerak dan berinteraksi.
* Minta contoh-contoh dekorasi yang pernah dibuat oleh perusahaan
dekor sebelum Anda menentukan pilihan yang tepat. 

Sumber : berbagai sumber

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI

HAK DAN KEWAJIBAN suami istri menurut UU nomor 1 tahun 1974
tentang perkawinan yang tercantum pada pasal 30 dan 31

pasal 30.dinyatakan bahwa:
suami istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan RT yang menjadi dasar dari susunan masyarakat.
kemudian dalam pasal 31 dinyatakan.
1.Hak dan kedudukan istri adalah seimbang dg hak dan kedudukan suami dalam kehidupan dan pergaulan hidup bersama dalam masyarakat.
2.masing2 pihak berhak untuk melakukan perbuatan hukum
3.suami adalah kepala keluarga dan istri ibu rumah tangga.

mengenai kewajiban suami istri selanjutnya dijelaskan dalam pasal 33
suami istri wajib saling mencintai,hormat menghormati,setia dan memberi bantuan lahir dan batin yang satu kepada yang lain.
dalm pasal 34 dinyatakan.
1.suami wajib melindungi istrinya dan memberikan segala sesuatu keperluan hidup berumahtangga sesuai dg kemampuan.
2.istri wajib mengatur urusan rumah tangga sebaikbaiknya
3.jika sumai istri melalaikan kewajiban masing2 dapat menagjukan gugatan kepada pengadilan
mengenai rumah tinggal sebagi tempat kediaman suami istri dijelaskan dalam pasal 32 sebagai berikut:
1.suami istri harus mempunyai tempat kediaman yang tetap
2.rumah tempat kediaman yang dimaksud dalam ayat1 pasal
ini ditentukan oleh suami istri bersama.

sumber BP4 DIY

Tips Menentukan Gedung Untuk Pernikahan

1. Pilih gedung yang lokasinya mudah dijangkau, baik oleh keluarga maupun sebagian besar tamu, dan memberikan kepastian lebih akan kedatangan mereka di hari istimewa Anda.
Pilih juga gedung yang memiliki:
- kapasitas parkir yang memadai, sehingga para undangan tidak direpotkan oleh masalah parkir,
- ruang resepsi yang memadai untuk menampung jumlah undangan yang banyak,
- fasilitas untuk kedua mempelai berikut keluarga tersedia lengkap mulai dari ruang ganti, ruang make up, sound system, dan lain sebagainya.
Anda bisa mencari info di internet, sekarang banyak blog dan website yang mencantumkan nama gedung dan orang yang dapat dihubungi secara langsung

2. Tentukan biaya untuk gedung, sesuakian dengan lokasi dan hari yang kosong di gedung tersebut.

3. Setelah mencari info gedung di internet atau via rekan-rekan, sebaiknya Anda mengunjungi lagsung gedung itu, untuk mendapat gambaran lebih jelas dalam mempersiapkan acara.

4. Perhatikan apakah gedung mewajibkan Anda memakai vendor rekanan gedung, seperti catering, photography, entertaintment, dan sebagainya. Biasanya gedung mengenakan charge yang tinggi terhadap vendor yang bukan rekanan, maka sebaiknya pilih yang rekanan dengan gedung, tentu saja dengan kualitas yang menurut Anda memuaskan.

5. Setelah deal dengan pihak gedung bahwa akan menikah di situ, Anda bisa membayar DP-nya untuk mendaftarkan nama. Enam bulan ataupun 1 bulan hingga 2 minggu sebelum acara (biasanya 2 minggu sebelum acara harus ada pelunasan biaya sewa gedung), Anda sebaiknya menelepon kembali pihak gedung untuk rechek apakah nama Anda benar-benar sudah terdaftar.

6. Dua minggu sebelum acara, jika memungkinkan, adakan technical meeting langsung di gedung, ini untuk mengetahui lebih detail lagi mengenai susunan acara, peletakan dekor, meja catering, dan sebagainya.

Sumber: Klasika Kompas 8 Juli 2008

Tata Cara Prosesi Pernikahan Adat Jawa

BABAK I (TAHAP PEMBICARAAN)
yaitu babakatau tahap pembicaraan antara pihak yang akan punya hajat/mantu dengan pihak calon besan, mulai dari pembicaraan pertama sampai tingkat melamar dan menentukan hari penentuan (gethok dina)
1. Congkog
Duta yang diutus oleh keluarga CPP untuk menanyakan dan mencari informasi terhadap kondisi dan situasi calon besan (kluarga CPW), karena CPP ada perasaan cinta kasih dengan CPW yang berencana kan dilamar, tugas duta atau congkog yang utama ialah menanyakan kepada kluarag CPW apakah sekiranya CPW masil single atau sudah ada pihak lain yang mengikat atau pepalang lain (utusan lain) yang sudah pernah menghadap ke sana.
2. Salar
Utusan dari CPP meminta jawaban dari pertanyaan pada waktu yang lalu (congkog), dan pihak CPW memberi jawaban apakal bersedia ato tidak
3. Nontoni
Acara dilakukan setelah pihak calon besan memberi lampu hijau, artinya lamaran diterima, pembicaraan bisa dilanjutkan, di zaman sekaran acara nontoni ini dilakukan oleh CPP beserta orangtua dengan mengajak saudara2nya, dalam acara ini, CPW secara tidak langsung dipertontonkan kepada calon mertua dan saudara2 CPP, diajak duduk bersama sekaligus berkenalan dengan calon mertua, dengan demikian hati orangtua CPP dapat melihat secara hening tentang kepribadiannya secara fisik dari raut muka, gerakgerik CPW sebagai mantunya kelak.
4. Nglamar
memantapkan pembicaraan serta menetapkan hari H, tentang rencana dan acara selanjutnya, biasanya disertai wakil keluarga dan kerabat, dalam acara ini diharapkan para pelaku yang ditugasi mampu menunjukkan sikap rendah hati, santun, meyakinkan, bahasa, sikap dan perbuatan yang mengesankan serta berbudi luhur bersusila, setelah itu biasanya diadakan semacam ikatan dalam simbol-simbol tertentu yang terkenal dengan istilah peningset yang dipadukan dengan srah-srahan.
BABAK II (TAHAP KESAKSIAN)
babak ini merupakan peneguhan pembicaraan yang disaksikan oleh pihak ketiga, yaitu warga kerabat dan atau para sesepuh di kanan-kiri tempat tinggalnya, melalui acara-acara2, sebagai berikut :
1. Srah-srahan
yaitu menyerahkan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara sampai hajat berakhir, untuk itu diadakan simbol-simbol barang-barang yang mempunyai arti dan makna secara khusus, berupa cincin, seperangkat busana purti, makanan tradisional, buah-buahan, daun sirih dan uang,
makna dan maksud bendabenda tersebut adalah
a. cincin emas
yaitu dibuat bulat tidak ada putusnya, maknanya agar cintanya abadi tidak terputus sepanjang hidup.
b. seperangkat busana putri
bermakna masing-masing harus pandai-pandai menyimpan rahasia terhadap oranglain
c. perhiasan yang terbuat dari emas, intan, berlian
mengandung makna agar calon CPW selalu berusaha untuk tetap bersinar tidak membuat kecewa
d. makanan tradisional
terdiri dari jadah, lapis, jenang, wajik yang terbuat dari beras ketan, beras ketan sebelum dimasak hambur, tetapi setelah dimasak dengan adonannya menajdi lengket, begitulah harapannya semoga kedua calon oengantin cintanya lengket selama-lamanya
e.buah-buahan
bermakna penuh harap agar cinta mereka dapat menghasilkan buah kasih terhadap keluarga dan masyarakat
f.daun sirih
daun ini muka dan punggungnya berbeda rupa tetapi kalau digigit sama rasanya, bermakna bersatu hati berbulat tekat tanpa harus mengorbankan perbedaan.
2. Peningsetan
kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan ditandai dengan tukar cincin antara kedua calon pengantin, Tata cara pelaksanaan pemasangannya sesuai dengan adat yang berlaku yang penting ada saksi-saksinya
3. Asok tukon
Hakikatnya adalah penyeahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan kepada keluarga pengantin puteri
4.Paseksen
adapun yang hadir dalam acara itu selain dimohon doa restunya juga menjadi saksi, tetapi ada juga petugas yang ditunjuk menjadi saksi secara khusus yang mendapat ucapan terimakasih yang dinamakan tembaga miring (berupa uang dari pihak calon besan)
5.Gethok Dina
menetapkan kepastian hari untuk ijab qobul dan resepsi, harus ada kesepakatan bersama antara kedua belah pihak, untuk mencari hari, tanggal, bulan, ada yang minta bantuan kepada seseorang yang dianggap ahli dalam hal itu, ada pula yang tidak yang pening kedua belah pihak ada persetujuan bersama
BABAK III (TAHAP SIAGA)
Pada tahapan ini yang punya hajat mengundang para sesepuh dan sanak saudara untuk embentuk panitia dan pelaku yang melaksanakan kegiatan acara-acara pada waktu sebelum pertepatan dan sesudah hajatan.
1. Sedhahan
yaitu cara mulai merakit sampai membagi surat undangan
2. Kumbakarnan
pertemuan membentuk panitia hajatan mantu, dengan cara :
a. pemberitahuan dan permohonan bantuan kepada sanaksaudara keluarga, tetangga, handai-taulan dan kenalan
b. ada rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana
c. mencukupi segala kerepotan dan keperluan selama hajatan perlangsung
d.pemberitahuan tentang pelaksanaan hajatan serta telah selesainya pembuatan surat undangan
3. Jenggolan atau jonggolanSaatnya calon pengantin sekalian melapor ke KUA (di masing-masing domosili calon pengantin), tata cara ini sering disebut juga tandhakan atau tandhan, artinya untuk memberi tanda di kantor catatan sipil akan adanya hajatan mantu atau peresmian pengantin, orangtua calon menentukan calon pengantin akan ijab di KUA ataukah mengundang KUA ke rumah, pada kesempatan ini sekaligus naib akan memberitahu tentang penataran (pembekalan) pranikah
BABAK IV (TAHAP RANGKAIAN UPACARA)
Tahapan ini dilaksanakan untuk menciptakan nuansa bahwa hajatan mantu sudah tiba saatnya, sekurang-kurangnya ada 5 atau enam tahapan, diantaranya :
1. Pasang tratag dan tarub
Dengan memasang tratag lalu dilanjutkan dengan pasang tarub, pihak tuan rumah memberi tanda resmi adanya hajatan mantu kepada masyarakat, tarub dibuat menjelang acara inti tiba, karena banyak ragam yang harus dikemas berarti membutuhkan waktu agak panjang dan agar hasilnya sempurn, ciri khas dari tarub adalah dengan dominasi daun kelapa muda (janur), hiasa warna warni dan barang-barang lain untuk menambah suasana asri tarub tersebut, jika berkenan dapat juga dilengkapi dengan umba rampe selamatan berupa nasi uduk, nasi asahan, nasi golong dan kolak ketan.
2. Kembar mayang
dari kata kembar artinya sama dan mayang artinya bunga pohon jambe atau sering disebut sekar kalpataru dewandaru, lambang kebahagiaan dan keselamatan, pembuatannya biasanya diserahkan kepada sesepuh, namun dijaman modern ini biasanya pembuatan kembar mayang langsung diserahkan kepada pihak dekorasi,benda-benda tersebut sekaligus untuk menghiasi asasana wiwara yang digunakan dalam acara panembusing kemar mayang dan pada waktu upacara panggih
jika peresmian pawiwahan sudah selesai dilaksanakan, biasanay kembar mayang dilabuhkan atau dibuang di perempatan jalan, sungai atau laut yang mempunyai maksud dan makna agar engantin berdua selalu ingat asal muasal hidup ini adalah bapak dan ibu sebagai perantara dari Tuhan Yang Maha Kuasa
3. Pasang tuwuhan (pasren)
Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan yang melambangkan isi alam semesta, dipasang di pintu masuk ke tempat peresmian atau tempat duduk pengantin, dulunya pengerjaan tuwuhan ini diserahkan kepada sesepuh yang dipercaya, namun pada saat ini biasanya pengerjaan tuhuwahn langsung diserahkan pada pembuat dekorasi begitu juga kembar mayang, hanya pada saatpemasangan pertama dimulai oleh orang yang dituakan, jenis-jenis tumbuhan disesuaikan dengan keberadaan lingkungan setempat , dan setiap jenis tumbuh-tumbuhan yang dipasang pada tuwuhan masing-masing mengandung makna dan harapan tersendiri